TA-THESIS-SKRIPSI TA-Skripsi-Tesis atau apa aja namanya memang dianggap menjadi suatu yang menakutkan bagi mahasiswa, karena merupakan prasyarat akhir sebelum wisuda, sebenarnya kalau dicermati hal tersebut adalah mudah saja, hanya kita sudah menganggapnya sesuatu hal yang sulit untuk diselesaikan. Nah berikut akan dijelaskan langkah-langkah mudah bagaimana menyelesaikan TA-Skripsi-Tesis yang sebenarnya jika kita mau sedikit santai akan terasa mudah bahkan akan dapat mengembangkan wawasan anda apa arti penelitian lebih luas jika anda menikmatinya… langkah-langkah dan segala sesuatu hal yang diperlukan akan saya jelaskan sebagai berikut:
1. Jangan Terlalu Idealis dan PerfeksionisBanyak mahasiswa yang ingin penelitiannya lain daripada yang lain dengan memaksakan idenya atau ingin skripsinya sempurna, hehehe mungkin ingin dianggap hebat dan lebih baik dari pada yang lainnya wajar kok.Tapi biasanya mereka yang demikian ini cenderung kesulitan pada akhirnya dan menjadikan penelitiannya malah gak selesai. Jadi intinya biasa aja ambil aja topik atau kajian yang umum dan ringan-ringan aja, intinya anda memahami apa yang akan anda teliti, percuma kan anda meneliti tetapi anda tidak tau arah penelitian anda nantinya. Karena pada intinya yang namanya Ta-Skripsi-Thesis itu cuman pembelajaran untuk mempelajari fenomena yang terjadi ketika anda telah terjun ke lapangan, menjumpai temuan atau permasalahan dan menemukan cara menyelesaikannya. Kalau toh tetep ngeyel pengen menuangkan ide yang pikiran anda sendiri nantinya juga ga masalah kan, karena pada tahap awal anda sudah belajar melakukan penelitian yang mudah, sehingga tau bagaimana membuat suatu penelitian yang lebih baik. Hehe intinya setelah belajar yang mudah nanti yang sulitpun anda akan tetap bisa.
2. Mengambil Kajian Yang SederhanaAmbil judul yang umum, jangan takut judul pasaran, yang penting anda menguasai latar belakang dan permasalahan dosen pasti akan berpikir dua kali untuk gak acc judul anda. Contoh ringan ambil aja judul yang ada [url]dihttp://www.skripsi-gratis.co.cc/ ikuti[/url] ketentuannya agar mendapatkan proposal gratisnya. Ambil judul sembarang sesuai dengan kajian anda, kemudian pelajari proposal atau bab 1- 3 yang dikirimkan mulai pendahuluan, landasan teori dan metpennya. Cara mempelajari yang baik adalah dengan rileks dan santai umpamakan aja anda sedang membaca buku, novel atau komik kesukaan anda. Jadi ketika anda membaca buku, novel atau komik kesukaan anda ketika ditanya jalan cerita anda bisa menjelaskannya dengan mudah karena anda rilek dan menyukai, nah kenapa membaca skripsi tidak seperti itu hehehehe kan ntar kalau ditanya tentang skripsi yang anda tulis anda pasti bisa menjelaskannya, nggak perlu belajar lagi kan. Klo anda ambil topik yang sulit meski anda tertarik kadang masih kesulitan memahami dan sulit juga dalam mencari teori, belum lagi lagi pasti banyak revisi yang bikin pusing dijamin dech ga bakal cepet kelar tuch penelitian.
3. Menjalin Komunikasi Dengan Pembimbing (Dosen)Sebenarnya klo mau jujur ga ada dosen pembimbing yang mempersulit mahasiswa bimbingannya, yang ada hanya mahasiswa yang merasa dipersulit, kenapa? Penyebab utamanya biasanya adalah kita kurang menguasai bahan atau topik penelitian kita, sehingga ketika ditanya mahasiswa dianggap kurang bisa menjelaskan, tentunya dosen menganggap hal ini akan mempersulit mahasiswa nantinya dalam mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya, nah akhirnya dosen memberikan saran atau revisi agar lebih mudah..hehehe. Tapi uniknya karena kebanyakan mahasiswa hanya ya…pak, ya…bu akhirnya mereka merasa kesulitan sendiri, karena kebanyakan juga mereka ngga ngerti apa yang dimaksudkan dosen pembimbing, nah disini mahasiswa merasa dipersulit. (Lagian klo di logika mana ada dosen yang suka mahasiswanya bimbingan ga selesai2 mending kan cepet selesai trus ngerjain yang lain ya …kan).
4. Jangan Pernah Takut Rumus Atau AngkaKalau yang ini khusus buat mahasiswa ekonomi dan fisip aja kali, hehehe soalnya jarang jg penelitian hukum pake rumus. Artinya ketika akan menentukan judul sebenarnya lebih mudah yang pake metode kuantitatif daripada kualitatif, soalnya dengan kuantitatif peneliti atau mahasiswa sudah punya hasil analisis dalam bentuk angka yang sudah dihasilkan dari hasil penelitiannya nah tinggal menjelaskan aja kan, klo kualitatif wah kita harus pandai2 mengarang, soalnya pertanyaan bisa lebih bermacam-macam.Contohnya begini: Dari judul skripsi kuantitatif seperti “Analisis Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Penjualan” dari judul itu paling kita hanya menjelaskan seberapa besar aja pengaruh bauran promosi terhadap penjualan. Dan hasil seberapa besar itu dah ada di hasil analisis kita, kita juga hanya menjelaskan ada pengaruh apa tidak yang hasil dan kriteria ada atau tidaknya sudah ada di skripsi kita.Klo judulnya kualitatif seperti “Pelaksanaan promosi terhadap penjualan ptX” wah permasalahannya bisa ribet kita harus paham benar pelaksanaan promosi yang baik, kurangnya dimana, kita harus ngapain hehe dan berbagai macam pertanyaan yang lainnya.Masalah rumus santai aja, kenapa kita ngga pernah takut ketika kita tau kalau rumus luas adalah panjang x lebar, atau rumus segitiga setengah alas x tinggi, nah kenapa kita sekarang takut klo rumus mencari pengaruh adalah dengan menggunakan regresi y = a + bx (rumus regresi sederhana), rumus cari hubungan adalah korelasi, atau berbagai macam rumus lainnya, Nah sebenarnya kan sudah bisa dijelaskan klo rumus ya rumus ga mungkin kita disuruh menjelaskan kenapa rumus luas itu panjang x lebar ia kan.Gampangnya rumus itu kaya alat ngolah data aja supaya tau hasilnya, dapat kita terjemahkan umpamanya ada ikan dan kita ingin ikan masak, maka untuk menggoreng ya pake penggorengan, untuk merebus ya pake panci, untuk membakar ikan tersebut ya harus pake panggangan, tidak mungkin kita merebus dengan minyak goreng dan penggorengan, tidak mungkin kita ingin ikan bakar tapi kita masukkan ikan tersebut kedalam air mendidih, sama seperti alat masak tadi, rumus juga alat kenapa takut…5. Pahami Tahap Penyusunan PenelitianBiar penelitian cepat selesai sebenarnya kita hanya perlu belajar tentang tahapan penyusunan aja mulai pendahuluan sampai kesimpulan, memang lain lain kampus lain pula cara atau format penulisannya tapi pada intinya sama. Adapun tahapan yang umum dari penulisan ta-skripsi-thesis adalah sebagai berikut:
PendahuluanBab ini berisi latar belakang kenapa kita mengambil judul, secara umum menggambarkan secara singkat tentang topik yang akan kita bahas. Selanjutnya adalah permasalahan/masalah penelitian dimana dari latar belakang tadi kita mengemukakan permasalahan yang ada untuk diselesaikan, kemudian ada tujuan penelitian dimana dalam sub bab ini kita mengemukakan tujuan yang pada intinya tujuan merupakan gambaran dari permasalahan yang harus kita selesaikan jadi masalah dan tujuan harus sinkron atau mudahnya tujuan pada intinya ya harus menyelesaikan masalah. Selanjutnya adalah manfaat atau kegunaan penelitian dimana dalam sub bab ini biasanya menjelaskan manfaat dari penelitian yang kita lakukan. Biasanya manfaat ini terbagi atas manfaat praktis dan teoritis, tetapi ada juga yang menggunakan model menunjukkan kegunaan manfaat bagi penulis, perusahaan, dan peneliti lain. Tetapi pada intinya sub bab manfaat penelitian ini harus mampu menunjukkan apa manfaat penelitian yang dilakukan ini ke depan. Dan biasanya ada yang ditambahkan dengan sistematika penulisan, yang berisi bentuk kerangka penulisan kita mulai dari pendahuluan hingga penutup.
TEORI DAN HIPOTESISSelanjutnya setelah menjelaskan pendahuluan, maka suatu penelitian yang baik harus didasari oleh teori-teori yang baik pula, mudahnya kita tidak bisa dengan mudah mengambil suatu judul misal “pengaruh bauran promosi terhadap penjualan pt.x” tanpa kita menjelaskan apa arti bauran promosi, apa arti penjualan dll. Nah disinilah pentingnya bab landasan teori, kerangka teori, tinjauan pustaka atau apapun namanya diperlukan dalam suatu skripsi atau thesis. Hal tersebut dikarenakan dalam bab ini akan menjelaskan definisi dari sesuatu (variabel-variabel) yang akan kita teliti sesuai dengan pendapat para ahli yang telah ahli di bidangnya dalam bentuk literatur atau buku penunjang. Setelah menjelaskan masing-masing akhirnya kita dapat menentukan hipotesis/dugaan (untuk penelitian menggunakan hipotesis) atau bahasa mudahnya setelah kita membaca dan menyajikan teori dari para ahli kemudian kita menduga, nah adanya dugaan ini kita sesuaikan dengan permasalahan dan tujuan dari penulisan. Misalnya kalau tujuannya berisi “untuk menganalisis pengaruh secara bersama-sama” tentu saja hipotesis atau dugaannya adalah “diduga ada pengaruh secara bersama sama” demikian seterusnya.
METODE PENELITIANDalam bab ini berisi urutan atau tata cara dalam membuktikan dugaan/hipotesis yang ada. Biasanya berisi variabel yang kita teliti, lokasi, populasi sampel, sumber data, teknik pengumpulan data dan setelah data kita peroleh, tentu saja yang terakhir adalah cara kita mengolah data tersebut sesuai permasalahan, tujuan dan hipotesis yang ada, dimana dikenal dengan Teknik Analisis Data. Dalam Teknik analisis data kita sesuaikan apakah pakai kuanti atau kuali, kalau kuanti pake rumus apa, dan juga apa kriterianya. (Makanya rumus cuman alat untuk mencari hasil saja)HASIL DAN PEMBAHASAN, KESIMPULANBab ini berisi temuan dilapangan dan dengan menggunakan metode penelitian dan teknik analisis yang telah dijelaskan akan disajikan hasil penelitian dan selanjutnya dibahas apa hasilnya sesuai dengan permasalahan, tujuan dan hipotesis yang telah dikemukakan sebelumnya, nah selanjutnya tinggal dibuat kesimpulanya dimana kesimpulan ini juga harus sesuai dengan permasalahan, tujuan dan hipotesis yang telah dikemukakan. NAH MUDAH BUKAN!!
6. DAFTAR PUSTAKA (JANGAN TAKUT MEMODIFIKASI ISI SKRIPSI)Seperti ketika kita kesulitan untuk mencari bahan literatur yang baru, santai aja ganti aja literatur tahun lama dengan tahun yang baru, lagian pasti kalau judul pengarangnya sama pasti isinya juga sama cuman beda halaman aja, yang penting biar ga ketahuan ganti juga daftar pustakanya. Dari pengalaman saya sejak tahun 1998-2008 dalam membuat skripsi jarang juga dosen yang cek sampai detail paling 5 dosen dari 100 mahasiswa. (dalam 1 semester 40-50 orang mahasiswa yang saya bantu). Kalau masalah kesulitan data modifikasi aja tahunnya jadi yang terbaru (untuk data-data tertentu aja yang ga bisa dimodifikasi misalnya yang berkaitan dengan saham atau pemerintahan tapi kalau u yakin jg ga masalah yang penting bisa menjelaskan)
7. JANGAN MELIHAT HASIL TEMANJangan pernah membandingkan hasil penelitian anda dengan hasil teman anda, yang ada anda hanya akan bingung karena belum tentu metode teman sama dengan punya anda, yang penting anda belajar dan yakin aja punya anda yang terbaik.
8. PERHATIKAN WAKTU BIMBINGANSekiler apapun pembimbing menurut anda tapi kalau anda memilih waktu yang tepat pasti anda akan dibimbing dengan benar, artinya kita juga harus memperhatikan saat akan bimbingan dosen lagi sibuk apa nyantai, nah misalnya dengan menanyakan apakah dosen pembimbing ada waktu, soalnya kalau mereka pas lagi sibuk2nya ya jangan salah kan kalau dibaca sekilas ya mending kalau di acc tapi kalau dicoret2 dan kita ngga sempat diskusi payah kan. .
9. JANGAN TAKUT DEADLINEIni biasanya penyakit mahasiswa yang takut ketika teman selesai dan adanya deadline dari kampus, ini malah bikin konsentrasi anda buyar dan skripsi malah bisa ga selesai atau bisa selesai tapi biasanya ga maksimal, klo ada dealine dari kampus pastikan sendiri kebenarannya dan anda tetap tenang aja, soalnya belajar dari pengalaman jarang kampus yang kegiatannya sesuai kalender akademik Doain aja molor.
10. JANGAN PERNAH MEMPREDIKSI PERTANYAAN WAKTU UJIANSudah bukan rahasia umum lagi saat akan mendekati ujian anda pasti berpikir besok ditanya apa ya? Apa lagi tanya teman yang sudah ujian dulu wah jangan itu bikin pikiran, mending mulai sekarang saya ajari memprediksi secara tepat bahwa yang akan ditanya waktu ujian ya bab pendahuluan sampai kesimpulan ya kan…. Nah makanya konsentrasi aja belajar biar ilang rasa takut besok ditanya apa.Kalo masi gagal juga?tips terakhir paling ampuh"Bakar Kampus"
Makna dan arti Kuliah!!!
Seperti tahun-tahun sebelumnya, remaja-remaja Indonesia yang sudah Lulus SMA ataupun yang blum meneruskan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi atau disebut dengan “Kuliah”, ribut mencari tempat kuliahan, yang baru lulus ikut SPMB yang dalam harapan keluarganya mudah-mudahan bisa diterima di Universitas Negeri yang bonafit atau ternama,,,
Orang-orang sibuk termasuk saya ribut mencari tempat kuliah, jadi penasaran apa sih makna atau arti kuliah untuk teman-teman kita yang sudah merasakan bangku perkuliahan.
Setelah aku coba browsing-browsing diinternet untuk mencari tahu pendapat mereka tentang kuliah ternyata pendapat mereka berbeda-beda tentang sebuah masalah yang disebut dengan “Kuliah”.
Aku mendapat dari forum tentang pengertian mereka-mereka tentang kuliah, berikut aku kutip :
1. ada yang mengatakan “..kuliah tu waktunya nimatin hidup..bebas dr org tua..tp ttp dpt kiriman..gak ada yg komplen kita mo ngapain jg..lagian kuliah tu singkat..jd manfaatin bener2..jalan2..dugem..nonton sm tmn..pokoknya tanpa beban de..soalnya kl habis kuliah..mana bisa lagi seneng2 ky skg..yg ada jg qt mesti kerja..cari duit..buat balas budi ortu..ato buat p’siapan nikah..ato minimal buat diri sendiri..malu kan kl hbs kuliah msh juga “ngemis” sm ortu..jd gak ada wktu lg buat seneng2..
2) ada yang frustasi “..kuliah tu bikin stress..enakan pas sma dulu..tugas gak seberat kuliah..dosennya garing..bikin ngantuk..mana bisa ngerti..tau-tau ngasi tugas..gak ngerti gmn ngerjainnya..bingung..smpe besoknya deadline..wah..udah de..mesti nglembur..printer ngadat..pokoknya macem2 kasusnya kl ud ngejar deadline..besoknya..kerjaan disalah2in sm dosen..trus revisi 2-3kali..saking mangkelnya..dosen bilang..y ud kumpulin aja..akhirnya keluarlah nilai sulapan..yg aktif dpt rendah..yg pasif dpt tinggi..huh..gak jelas..”
3) Ini klo kata calon ustadz
“kuliah itu waktunya kita m’cari jati diri..sebagai khalifah yg bs m’beri manfaat pada lingkungannya..waktunya m’cari ilmu..krna u/ masuk surga harus dgn ilmu..waktunya qt diuji oleh Tuhan..dgn kebebasan masa kuliah..apakah qt manfaatkan dgn bijak..atau dgn sia-sia..waktunya u/ belajar menjalin silaturahmi dgn org2 di sekitar qt..
4) Ini kata Cowok Gatel “..kuliah tu waktunya qt mencari pasangan hidup..seperti kl mau beli sepatu..ya di coba2 dulu..masa’ ketemu 1 lgsg beli..?!!gak kan..jd habiskanlah masa kuliahmu buat pacaran..gak cocok sm yg 1, cari yg laen..dunia itu gak selebar daun kelor,man..ntar kl ud banyak “stok”..tinggal milih salah 1..ato kl bingung milih..poligami aja..boleh kan..”
5) Ini Klo kata calon wanita karir “..kuliah tu biar ntar gak jd ibu rumah tangga yg bisanya cm masak..bersih..nungguin anak..sekarang kan udah emansipasi wanita..jd qt jg mesti b’saing..buktinya di perkuliahan anak cewe lbh banyak yg pinter drpd cowo..jd jgn mau kalah sm cowo..
6) Ini Klo kata anak yang menurut pada Neneknya “……Kuliah adalah impian nenekku yang menginginkan cucu laki2nya pertama (saya). sebenarnya prefer ke dagang. tetapi akhirnya aku menetapkan untuk kuliah. Jd kuliah adalah wujud persembahanku kepad ne2kku tercinta.dan buat aku,kuliah merupakan tempat aku akan mengembangkan diriku menjadi orang yang berpotensi,sbab aku dapat belajar formal dan non formal pada orang2 yang ada disekitarku (tua dan muda). Dan yang terpenting aku bisa mengembangkan relasi untuk bisnis (he2)….”
7)Klo ini menurut diriku sendiri “…..saya adalah orang yang menjunjung tinggi proses non formal yaitu pengalaman hidup. coba itung aja kalo 4 tahun kita mengeluarkan uang 100 jt untuk gelar. trus gaji kita 2,5 jt per bulan. maka 40 bulan baru break even point. itu aja kalo nda makan.Aku juga tidak suka paradigma indonesia yang banyak berkata bial selesai kuliah harus kerja di tempat yang bagus,memang ada betulnya,tapi sampai kapan kita ngandalin perusahaan,harusnya buka lap kerja dari modal yang kita kumpulkan.
Tuh kan dari point diatas itu aja, dan sampai nguprek-nguprek google setiap orang memiliki persepsi sendiri tentang Kuliah itu,,,,, jadi gmn ??? bagaimana menurut Teman-teman
Gaya hidup masyarakat mau tak mau ikut berubah seiring dengan merebaknya era digital. Mulai dari pola komunikasi, hubungan interpersonal hingga perilaku berbelanja. Semua manusia dalam era modern mau tak mau bersinggungan dengan dunia digital ini yaitu internet.Dalam dunia internet sendiri terdapat istilah yang dikenal dengan netizen. Netizen adalah masyarakat pengguna internet atau dunia maya. Netizen juga dikenal dengan ‘cyber citizens’ dan ‘citizen of the net’. Akhir-akhir ini, penggunaan istilah netizen memang santer terdengar. Amati saja berita-berita online yang menggunakan reaksi netizen sebagai berita.Netizen dalam dunia internet sendiri memiliki berbagai macam golongan. Seperti apakah golongan netizen khas Indonesia? Simpan rasa penasaran Anda dan simak selengkapnya!10 Si ‘Jurnalis’ Dadakan
Canggihnya teknologi membuat semua orang dapat mengabadikan situasi apapun dengan ponsel yang dimiliki. Netizen yang mengabadikan terjadinya sebuah peristiwa biasanya akan mengunggah konten tersebut di sosial media. Hal ini membuat informasi bersifat tak terbatas dan dapat diakses dimana saja.Namun sayangnya, sebagian besar netizen mengesampingkan nilai-nilai etika dalam mengabadikannya. Misalnya saja terjadinya keadaan darurat seperti kecelakaan. Netizen yang kurang bertanggung jawab ini biasanya mengunggah foto dan videonya tanpa sensor. Contohnya foto korban kecelakaan dengan kondisi mengenaskan bersimbah darah.9 Fansboy and Fansgirl
Hadirnya sosial media dapat membantu seorang idola untuk dapat berinteraksi dengan penggemarnya. Lihat saja akun – akun instagram artis dengan jumlah followers(pengikut) yang fantastis. Fansboy dan fansgirl biasanya akan sangat antusias dalam menanggapi dan mengkomentari postingan idolanya. Namun jangan salah, fansboy dan fansgirl ‘garis keras’ dapat melakukan apa saja di dunia maya jika idola mereka disakiti.8 Spammer
Golongan netizen yang satu ini biasanya muncul sebagai ‘spammer’ dalam akun orang lain. Netizen ini pada umumnya adalah penjual online yang ‘maju tak gentar’ untuk melakukan serangan promosi dimanapun dan kapan pun. Entah meninggalkan jejak promo distatus artis, orang lain, bahkan melakukan private message secara masif.7 Penyebar Hoax
Netizen penyebar hoax adalah salah satu golongan netizen yang reaktif. Pada umumnya mereka tidak ‘memfilter’ terlebih dahulu kebenaran sebuah konten atau informasi yang beredar. Namun, ada pula yang sengaja suka menyebar hoax atau kebohongan dengan ‘maksud dan tujuan’ tertentu. Netizen penyebar hoax ini akan sangat tidak disukai oleh netizen yang lain. Jika ketahuan menyebarkan hoax atau kebohongan, pada umumnya pemilik akun akan menghapus akunnya.6 Tukang Galau
Dapat dikatakan bahwa golongan netizen ini adalah tipe netizen yang ekspresif. Mereka tidak ragu untuk mengungkapkan apa yang mereka alami dan rasakan disosial media. Bentuk ekspresi mereka pun bermacam-macam. Mulai dari menulis potongan lagu-lagu yang mendayu-dayu, menceritakan lika-liku kehidupan asmaranya, hingga keinginan-keinginan mereka yang mau tak mau menyita perhatian lini sosial media.5 Pasukan ‘Keyboard Warrior’
Pasukan ‘Keyboard Warrior’ pada umumnya mengemban ‘misi khusus’ dalam dunia maya. Biasanya pasukan ‘keyboard warrior’ ini dimiliki oleh figur dan kelompok-kelompok politik tertentu. Tugasnya adalah untuk melakukan ‘perkenalan’ dan ‘promosi’ kepada masyarakat dunia maya. Mereka juga bertugas untuk membentuk citra figur politik menjadi positif. Pasukan ‘keyboard warrior’ ini terdapat dua macam, baik yang bertugas dengan sukarela maupun berbayar.4 Tukang Comment
Netizen ini akan sering mengomentari apapun yang dijumpainya. Baik berita-berita online maupun postingan yang ditulis orang lain. Golongan netizen ini tidak ragu untuk mengungkapkan pendapatnya. Bahkan karena terlalu sering berkomentar disebuah aplikasi berita atau sosial media, netizen komentator ini justu lebih terkenal dibandingkan dengan beritanya.3 Si Anonim yang Misterius
Netizen anonim pada umumnya memiliki banyak akun sosial media dan email sekaligus. Entah bertujuan untuk apa, pada umumnya akun-akun tersebut memiliki ‘kegunaan’ menurut pembuatnya. Netizen anonim tidak menggunakan nama asli dan menggunakan nama ‘samaran’ yang memiliki makna tertentu.2 Penggiat Tulisan Viral
Netizen yang gemar menulis biasanya gemar melakukan aktivitas yang satu ini. Entah menulis kisah – kisah inspirasi, pengalaman yang berguna bagi orang lain, hingga ‘mini reportase’ sebuah kejadian. Namun ada pula yang gemar menulis konten-konten humor yang menyegarkan. Seperti konten humor fenomenal ‘Mukidi’ yang hits dalam banyak grup whatsapp misalnya. Masih ingat?1 Tukang Share Konten Bermanfaat
Golongan netizen seperti ini patut diapresiasi. Pada umumnya mereka gemar dan sukarela untuk membagikan konten-konten yang bermanfaat. Konten yang dibagikan pada umumnya berguna dan dibutuhkan oleh orang lain. Golongan netizen seperti ini pada umumnya selalu ‘update’ akan kondisi – kondisi masa kini.Golongan netizen seperti apakah yang sesuai dengan karakter Anda? Semoga Anda termasuk golongan netizen yang bertanggung-jawab, ya!
Asal Mula Gelar Kebangsawanan Palembang Darussalam (1)Masyarakat Indonesia pada umumnya mengenal berbagai macam gelar kebangsawanan yang diwarisi turun temurun semenjak zaman Indonesia masih berbentuk kerajaan.Beberapa diantaranya adalah gelar yang saat ini masih digunakan oleh para keturunan priyai dari Palembang Darussalam.Adapun sistem pewarisannya menganut garis patrilineal (ayah/laki-laki). Artinya gelar tersebut hanya boleh diwarisi seseorang jika ayahnya merupakan keturunan dari si pemegang gelar tersebut.Gelar-gelar yang dipakai adalah sebagai berikut:•Raden disingkat (R) gelar laki-laki dan Raden Ayu (R.A) gelar wanita.•Masagus disingkat (Mgs) gelar laki-laki dan Masayu (Msy) gelar wanita.•Kemas disingkat (Kms) gelar laki-laki dan Nyimas (Nys) gelar wanita.•Kiagus disingkat (Kgs) gelar laki-laki dan Nyayu (Nya) gelar wanita.Ditinjau dari beberapa teori-teori yang telah berkembang, maka akan timbul pertanyaan, Sejak Kapan adanya gelar-gelar kebangsawanan Palembang? Siapa yang mempeloporinya? Bagaimana sistem kekerabatannya?Asal-usul Pemakaian Gelar PalembangDari beberapa temuan silsilah serta catatan mengenai sejarah Palembang, maka dapat dilihat bahwa gelar kebangsawan Palembang telah ada sejak masa awal terbentuknya Kerajaan Palembang yang dipakai oleh para Priyai-priyai yang sebagian berasal berasal dari tanah Jawa.Pada masa awal Kerajaan Palembang, gelar yang dipakai pertama kali adalah Kyai Gede disingkat (Ki Gede). Dalam struktur masyarakat Jawa, gelar Kyai (Ki) adalah gelar kehormatan yang diberikan kepada seseorang yang dianggap bijak atau memiliki asal usul keningratan. Sedangkan untuk perempuan gelarnya adalah Nyai (Nyi). Gede/Ageng artinya Besar atau Agung. Jadi sebutan Kyai Gede memiliki arti bahwa beliau merupakan seorang pemimpin masyarakat dan termasuk ke dalam golongan elit bangsawan.Gelar ini digunakan oleh Ki Gede Ing Suro bin Pangeran Sedo Ing Lautan beserta saudaranya Ki Gede Ing Ilir. Mereka inilah peletak dasar pertama sistem kerajaan Islam Palembang. Sepeninggalnya Ki Gede Ing Suro, tahta kerajaan jatuh kepada keponakannya yang bernama Kemas Anom Dipati Jamaluddin bin Ki Gede Ing Ilir. Pemberian nama Kemas/Ki Mas/Kyai Mas di mulai pada masa ini. Mas berarti Yang Mulia. Seluruh putra-putri Kemas Anom Dipati Jamaluddin diberi nama sesuai dengan nama orang tuanya. Namun ketika Kemas Anom Dipati Jamaluddin naik tahta ia masih diberi gelar mengikuti gelar pamannya yaitu Ki Gede Ing Suro (Mudo) untuk menghormati pamannya tersebut. Inilah masa terakhir digunakannya gelar Ki Gede sebagai gelar pembesar kerajaan.Kemudian setelah itu Ki Gede Ing Suro (Mudo) atau Kemas Anom Dipati Jamaluddin mewariskan tahta kerajaan kepada putranya yang bernama Kemas Dipati. Namun gelar Kemas untuk penguasa kerajaan Palembang ini pun tidak bertahan terlalu lama. Ketika Palembang mulai berada dibawah kekuasaan Kesultanan Mataram, gelar yang digunakan oleh pewaris tahta kerajaan adalah gelar Pangeran. Gelar Pangeran berarti yang memerintah. Gelar ini diberikan kepada anak laki-laki dari Raja. Tetapi gelar ini tidak otomatis, artinya gelar hanya diberikan atas perkenan Raja. Oleh karena itu gelar ini sering juga diberikan raja kepada orang yang dikehendakinya. Sementara putra-putra raja yang lain masih tetap diberikan gelar Kemas.Perlu menjadi catatan, bahwa pada masa itu tradisi pemakaian gelar berdasarkan sistem “Bilateral” yaitu sistem kekerabatan yang memakai salah satu dari dua garis keturunan dari Bapak/Ibu (garis Laki-laki/Wanita) tradisi dan Budaya Jawa.Perubahan gelar penguasa dan keturunan palembang mulai terjadi dimasa kekuasaan Pangeran Ratu Jamaluddin Mangkurat V (Sedo Ing Pasarean) bin Tumenggung Manco Negaro. Sebagai keturunan dari penguasa Jawa, yaitu Prabu Satmata Muhammad ‘Ainul Yaqin (Sunan Giri/Raden Paku) ia mulai menggunakan pemberian gelar Raden dan Raden Ayu kepada sebagian putra-putrinya. Apalagi ditunjang pernikahannya dengan keturunan Panembahan Kalinyamat yang masih memiliki hubungan kerabat dengan Kesultanan Mataram. Meskipun begitu, sebagian putra-putrinya yang lain masih diberikan gelar Kemas maupun Masayu.Puncaknya perubahan gelar dan struktur kerajaan Palembang terjadi dimasa kekuasaan Pangeran Ario Kesumo Abdurrohim (Kemas Hindi). Karena merasa bahwa dukungan dari Kesultanan Mataram sudah mulai berkurang dalam menghadapi serbuan kerajaan lain, maka beliau mengambil keputusan untuk memisahkan diri dari kekuasaan Kesultanan Mataram serta memproklamirkan berdirinya Kesultanan Palembang Darussalam dengan gelar Sultan. Lalu kepada anak-anaknya beliau memberikan gelar Raden dan Raden Ayu. Sedangkan untuk Putra Mahkota gelar yang Tertinggi adalah Pangeran Ratu (Biasanya anak laki-laki tertua dari Sultan). Namun demikian pernah terjadi Sultan memberi gelar anak laki-lakinya yang tertua dengan gelar Pangeran Adipati atau Prabu Anom . Gelar Pangeran Adipati dipakai oleh anak tertua dari Sultan Abdurrahman yang tidak sempat menjadi raja, dan kedudukannya digantikan oleh adiknya Pangeran Aria (Sultan Muhammad Mansyur Jayo Ing Lago) dan pada tahun 1821-1825 pemberian dan pemakaian gelar Prabu Anom dilakukan Oleh Sultan Ahmad Najamuddin II (Husin Dhiauddin). Hal ini dilakukan karena anak laki-laki dari saudaranya yang tertua (anak Sultan Mahmud Badaruddin II) yang masih hidup telah memakai gelar Pangeran Ratu. Gelar Prabu adalah gelar yang diberikan kepada anak laki-laki Sultan ketika sultan sedang berkuasa.Mengenai pemakaian gelar Ratu, gelar ini biasanya diberikan kepada Putri Raja yang naik tahta atau Permaisuri (Istri raja) yang disebut dengan Panggilan Ratu Agung atau Ratu Sepuh. Selain itu gelar ini juga diberikan kepada keempat isteri pendamping, karena pada umumnya raja memiliki istri lebih dari satu tetapi bukan selir.Selain Ratu Sepuh ratu-ratu yang lain diberi gelar tambahan/memiliki panggilan tersendiri seperti Ratu Gading, Ratu Mas. Ratu Sepuh Asma, Ratu Ulu, Ratu Ilir, dsb).Asal Mula Gelar Kebangsawanan Palembang Darussalam (2)Selain gelar untuk para pemegang kekuasaan seperti yang telah disebutkan sebelumnya, di Palembang juga ada gelar-gelar kebangsawanan lain yang masih menunjukkan hubungan antara pemilik gelar tersebut dengan kalangan penguasa baik melalui hubungan keturunan maupun hubungan saudara.Diantara gelar tersebut adalah sebagai berikut:• Masagus disingkat (Mgs) gelar laki-laki dan Masayu (Msy) gelar wanita.Gelar Masagus (Mgs) berarti berharga banyak. Gelar ini diperkirakan mulai muncul dan dibakukan di zaman kekuasaan Sultan Muhammad Mansyur Jayo Ing Lago. Bahwa apabila para Pangeran atau Raden menikah dgn wanita yang tdk memiliki gelar atau berasal dari golongan rakyat maka anak-anaknya kelak diberikan gelar Masagus dan Masayu.• Kiagus disingkat (Kgs) gelar laki-laki dan Nyayu (Nya) gelar wanita.Kiagus asalnya Ki Bagus, singkatan dan Kyai Bagus, sebuah gelaran yang diberikan Sultan Demak pada seorang Ulama asal negeri Arab (keturunan Hadramaut) yang bernama Abdurrohman bin Pangeran Fatahillah. Setelah Kiai Bagus menikah dengan seorang salah seorang keluarga Keraton juga diberi gelar Bodrowongso (ada versi lain Bondowongso) dan isteri Kyai Bagus dipanggil dengan sebuatan Nyai Ayu, disingkat Nyiayu, dan di Palembang sering disebut dengan Nyayu.Kyai Bagus Abdurrohman ini ditenggarai hijrah ke Palembang pada gelombang kedua setelah rombongan pertama yang dipimpin oleh Pangeran Sedo Ing Lautan. Ia mengabdi menjadi Panglima Pasukan Kerajaan Palembang di masa kekuasaan Pangeran Sedo Ing Kenayan. Ketika terjadi huru hara yang menyebabkan terbunuhnya Pangeran Sedo Ing Kenayan beserta seluruh anggota keluarganya akibat ulah Jaladeri, Kyai Bagus Abdurrohman menjadi pahlawan yang berhasil membalaskan dendam keluarga Kerajaan dengan membunuh Jaladeri.Sebetulnya pada waktu itu Kyai Bagus Abdurrohman memiliki kesempatan untuk menjadi penguasa Kerajaan Palembang, mengingat tidak tersisa lagi keturunan dari penguasa sebelumnya. Namun karena ia khawatir bahwa keturunannya kelak akan saling berebut kekuasaan maka tampuk kepemimpinan beliau serahkan kepada saudara misan Pangeran Sedo Ing Kenayan yaitu Pangeran Muhammad Ali (Sedo Ing Pasarean).Atas dasar jasanya tersebut, lalu diamanahkan oleh penguasa Palembang kepada para keturunannya untuk selalu menghormati keturunan dari Kyai Bagus Abdurrohman dan menganggap mereka sebagai keluarga sendiri.Dalam catatan yang kami temukan, Kyai Bagus Abdurrohman diketahui memiliki beberapa orang putra, diantaranya adalah:1. Ki Panggung2. Ki Mantuk3. Kiagus Muhammad (Khalifah Gemuk)4. Kiagus Abdul Ghani5. Ki Bodrowongso MudoDari catatan tersebut, yang diketahui menurunkan zuriat Kiagus adalah dari jalur Kiagus Muhammad (Khalifah Gemuk). Sementara putra-putra Kyai Bagus Abdurrohman yang lain kami masih belum menemukan catatannya.Catatan: Ada beberapa tulisan sejarah yang menceritakan bahwa gelar Masagus dan Kemas juga berasal dari jalur keturunan Kyai Bagus Abdurrohman. Tapi dari beberapa naskah catatan yang kami temukan tidak terdapat bukti bahwa ada keturunan Kyai Bagus Abdurrohman yang bergelar Masagus ataupun Kemas.Kyai Bagus Abdurrohman diketahui juga memiliki kakak kandung yang bernama Kyai Mas Abdul Aziz (Tumenggung Nagawangsa) bin Pangeran Fatahillah. Kelak dari jalur Kyai Mas Abdul Aziz ini juga menurunkan gelar Kemas dan Nyimas di Palembang.Catatan: Selain gelar Kiagus yang diturunkan dari jalur Kyai Bagus Abdurrohman terdapat juga jalur lain. Silahkan baca artikel saya yang berjudul “Nasab Keluarga Besar Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam”.